hahahaha....... malah di ketawain sama teman-teman aku INSOMNIA.
karena mereka tau diriku yang pelor, ketemu nyaman dikit aja langsung tidur. hehehe....
Kenapa yah, akhir-akhir belakangan ini aku sulit tidur. bisa sih tidur cuman klo udah lewat tengah malam, di tambah godaan menonton acara sepak bola di telivisi, apalagi klo pas tim favorit aku yang bertanding. Aku engga kuat godaan itu. jadilah aku tidur pagi. hehehehe............. mungkin kah aku Insomnia? Bingung juga sich kenapa bisa muncul tanpa ngomong dulu ( ya iyalah masa penyakit bisa ngomong? Ngarang kali…).
OKe, besok jam 9 pagi saya ada kuliah. kuliah di Universitas lambung mangkurat, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik jurusan Ilmu Pemerintahan. klo kuliah disini mah harus datang lebih awal sebelum dosen naruh laptop nya di meja. supaya bisa bernafas dulu sebelum kuliah di mulai. hahaha....... :)
perlu anda tau...
Insomnia ada tiga (3) jenis:
1. Jenis transient (artinya cepat berlalu), oleh karena itu insomnia jenis ini hanya terjadi beberapa malam saja.
2. Jenis Jangka pendek. Jenis dapat belangsung sampai beberapa minggu dan biasanya akan kembali seperti biasa.
3. Jenis kronis (atau parah) gangguan tidak dapat tidur berlangsung le bih dari 3 minggu.
Stres Faktor Penyebab Insomnia
JIKA Anda mengeluh kesulitan tidur, tidur tidak tenang, kesulitan menahan tidur, sering terbangun ditengah malam atau sering terbangun lebih awal maka mungkin Anda termasuk penderita Insomnia. Menurut Dr Mieke AHN Kembuan,SpS, gejala-gejala penderita insomnia diatas dapat dihubungkan dengan gangguan di siang hari misalnya lelah, konsentrasi terganggu, memori terganggu, sakit kepala, mudah marah, mengantuk di siang hari. Orang dewasa normal rata-rata membutuhkan waktu tidur selama 8-9 jam dalam satu malam. ’’Orang yang biasa tidur lebih singkat tapi masih mampu beraktivitas tanpa keluhan di siang hari, dianggap sebagai orang tidur singkat fisiologis dan bukan penderita Insomnia,”katanya.
Ia menambahkan, Insomnia lebih sering dijumpai pada wanita dan pada kelompok usia lebih lanjut. Pada kelompok ini umumnya dijumpai ialah sulit berada dalam keadaan tidur dan bangun terlalu pagi (subuh hari). Insomnia dapat disebabkan oleh beberapa faktor atau kelainan, karenanya harus diidentifikasi penyebab-penyebabnya karena hal ini merupakan kunci bagi pengobatan yang akurat.
”Insomnia bukanlah suatu penyakit melainkan hanya gejala dari beberapa penyakit yang diderita, atau karena adanya suatu masalah yang menimpa hidup,”jelasnya.
Lebih lanjut, Dokter spesialis saraf mengatakan, ada beberapa faktor penyebab Insomnia yaitu stress atau kecemasan, depresi, kelainan/penyakit kronis, efek samping obat, kafein, nikotin dan alkohol, kurang berolah raga, perubahan lingkungan. ”Insomnia memberi dampak pada kualitas hidup, produktifitas dan keselamatan,”ungkapnya
Bagaimana mengatasi Insomnia? Kata Dr Mieke, pertama, dengan obat-obatan adalah cara paling umum dan harus dengan petunjuk dokter. Digunakan dengan dibarengi praktek tidur yang baik, sedangkan untuk pendekatan perilaku, antara lain berolahraga teratur, menghindari kebiasaan tidur siang yang lama, waktu tidur dan bangun sesuai jadwal yang sama setiap hari, mengurangi kekawatiran atau kecemasan, melakukan peregangan perlahan sebelum tidur. Sedangkan untuk saran hygienitas tidur yaitu hilangkan semua minuman yang mengandung kafein setelah pukul 18.00. Kurangi atau berhenti sama sekali merokok, hindari alkohol sebelum tidur, hindari makan berat 3-4 jam sebelum tidur, makanlah sedikit makanan ringan yang mengandung karbohidrat sebelum tidur, olahraga ringan secara teratur dan hindari setiap kegiatan yang berat sebelum tidur,”ujar kepala bagian saraf RS Prof Kandou.(cw-08)